Yang menyanjung-nyanjung Erdogan kebanyakan adalah orang PKS, walau tidak bisa dibilang semua. Erdogan adalah pemimpin, di antara pemimpin negara lain. Ia punya prestasi yang baik, tapi tentu saja tidak sempurna. Kalau mai dilihat secara kritis ada banyak hal yang perlu diperbaiki. Intinya, ia pemimpin sebuah negara yang bukan negara kita. Tindak tanduknya menyesuaikan dengan kebutuhan negara dia, yang tentu saja tidak banyak sangkut pautnya dengan kita.

Turki adalah sebuah negara. Ia menjadi anggota NATO dan EU, punya hubungan dengan Israel, diam-diam memanfaatkan ISIS untuk menekan Suriah dan Kurdi. Itu semua diambil demi kepentingan politik. Kepentingan Islam? Islam setahu saya adalah salah satu elemen politik saja. Tidak ada politikus yang benar-benar menjadikan Islam sebagai elemen terpenting dalam berpolitik.

Tapi mengapa orang PKS begitu gandrung memuja Erdogan. Salah satu sebabnya karena mereka tidak punya tokoh internal yang bisa dipuja. Siapa tokoh PKS yang bisa dipuja? LHI tidak. Gatot? Sebelum dia tersangkut korupsi pun apa yang mau dibanggakan pada Gatot? Aher? Sudah bagus ia tidak tersangkut korupsi. Selebihnya, yang bisa dibanggakan paling seputar soal dia pandai dalam hal agama. Nurmachmudi, Hidayat, atau siapa lagi? Datar saja.

Fachri? Haduh.

Mereka jadi semakin konyol oleh nafsu untuk menjatuhkan Jokowi. Demi Jokowi mereka rela mengarang berbagai fitnah.

Begitulah. Membesar-besarkan Erdogan, membuatnya jadi macam malaikat. Memfitnah Jokowi seakan semua pangkal kejahatan ada di Jokowi. Keduanya dalam rangka memberi asupan gizi bagi jiwa yang sedang sakit. Heran juga saya orang-orang bisa sakit secara berjamaah macam gini.

by Hasanudin Abdurakhman

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: